Kalimat Tauhid ''Laa Ilaaha illAllah'', Syarat dan Konsekuensinya

July022013
Laa Ilaaha illAllah merupakan dasar agama Islam dan inti dari seluruh
syariat Islam, kalimat ini juga yang
sering kita dengar dan ucapkan.

Makna Kalimat la ilaha illallah
adalah ﻻَ ﻣَﻌْﺒُﻮْﺩَ ﺑِﺤَﻖٍّ ﺇِﻻَّ ﻪﻠﻟﺍ (tidak ada sesembahan yang benar untuk
diibadahi kecuali Allah). Inilah makna sebenarnya yang telah didefinisikan oleh para ulama ahlisunnah waljama’ah, makna ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat Al-Haj, ayat 62, yang artinya:
“Demikianlah (kebesaran Allah)
karena Allah Dialah (Tuhan) yang
Hak (benar) dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil.“

Rukun Laa Ilaaha illAllah
Kalimat la ilaha illaallah memiliki 2
rukun yaitu ﺍﻟﻨَّﻔْﻲُ (meniadakan) dan
ﺍﻹِﺛْﺒَﺎﺕُ (menetapkan). Yang dimaksud
dengan “meniadakan” adalah
menjauhi sesembahan selain Allah
baik Malaikat yang dekat dengan-Nya atau pun para Nabi dan Rasul yang diutus. Sedangkan yang dimaksud dengan “menetapkan” adalah menetapkan sesembahan yang benar hanya milik Allah semata. Adapun sesembahan yang lain semuanya sesembahan yang batil. Hal ini sebagaiman firman Allah yang artinya:
“Demikianlah (kebesaran Allah)
karena Allah Dialah (Tuhan) yang
Hak (benar). Dan apa saja yang
mereka seru selain Dia, itulah yang
batil.” (QS. Al – Hajj: 62).

Syarat-syaratnya
Wahb Ibnu Munabbih menjelaskan 7 syarat Laa ilaaha illallah,
1. Al–Ilmu, yaitu mengetahui makna la ilaha illallah, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya;
“kecuali orang yang mengakui
kebenaran dan mereka mengetahuinya.” [QS. Az-Zukhruf:
86].
2. Al–Yaqiin, yaitu meyakini makna
la ilaha illallah tanpa ada keraguan
sedikit pun, Allah subhanahu wata’ala
berfirman: “sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu.”[QS. AL-Hujuraat: 15].
3. Al-Ikhlas, Yaitu memurnikan
seluruh ibadah hanya kepada Allah
subhanahu wa ta’la dan menjauhi
kesyirikan, baik syirik besar maupun
syirik kecil, Allah subhanahu wa ta’la berfirman yang artinya:
“Maka beribadahlah kepada Allah
dengan tulus, ikhlas beragama
kepada-Nya. Ingatlah! Hanya muilik
Allah agama yang murni.” [QS. Az-
Zumar; 2-3]
4. Ash-Shidqu yaitu jujur,
maksudnya adalah mengucapkan
kalimat ini dengan pembenaran di
dalam hati. Barang siapa yang
mengucapkan kalimat ini dengan
lisannya akan tetapi hatinya
mendustakannya maka ia adalah
seorang munafik dan pendusta. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan di antara manusia ada yang berkata: kami beriman kepada Allah dan hari Akhir padahal sesungguhnya mereka bukanlah orang-orang yang beriman, mereka menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal mereka
hanya menipu diri mereka sendiri
tanpa mereka sadari.” [QS. Al-
Baqarah: 8-9]
5. Al–Mahabbah (cinta), maksudnya
mencintai kalimat ini dan apa yang
dikandungnya, sebagaimana firman
Allah dalam surat Ali-imron ayat ke
31 yang artinya: “…Dan antara
manusia ada yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cinta seperti mencintai Allah.
Adapun orang-orang yang beriman
sangat besar cintanya kepada
Allah…,
6. Al-Inqiyaad, yaitu tunduk dan
patuh. Seorang muslim harus tunduk dan patuh terhadap isi kandungan kalimat ini, sebagaimana firman Allah
yang artinya: “Dan kembalilah kepada rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong.” (QS.AzZumar:54)
7. Al-Qobuul, yaitu menerima
kandungan dan konsekuensi dari
kalimat ini, sebagaimana yang
terdapat dalam firman Allah yang
artinya:
“Sungguh, dahulu apabila dikatakan
kepada mereka: la ilaha illallah,
mereka menyombongkan diri, dan
mereka berkata:“Apakah kami harus
meninggalkan sesembahan kami
karena seorang penyair yang gila”.
(QS. Ash-Shoofaat: 35-36).
[Ibnu rajab dalam kitab beliau kalimat ikhlas hal:14].

Sumber:
al-Hujjah
Share on Facebook Share on Twitter

Comments

4 responses to "Kalimat Tauhid ''Laa Ilaaha illAllah'', Syarat dan Konsekuensinya"

INDRI HARTOYO on 07:16 AM, 02-Jul-13

SYUKRON JAZAKUMULLAH ILMUNYA. I LIKE IT

Kayyis on 10:33 PM, 03-Jul-13

Alhamdulillah, tercerahkan lanjutkan ,sohib

blog Shalat Wajib Shalat Fardhu on 02:10 AM, 05-Jul-13

Kunjungan Pagi Kawaan.. Ngopi Yuk sambil Santai Pagi..

Datang ke Blogku Ya, Baca Postku Yuk:
Apakah kita termasuk Orang Mukallaf?
http://shalat-wajib.mywapblog.com/apakah-kita-termasuk-orang-mukallaf.xhtml

nida ashsholihah on 02:09 PM, 15-Jul-13

assalamualaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.. ijin follow akh.. jazakumullah khair..

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images


 
Back to Top